Tentang Hujan dan Seorang Pluviophile

image

Gemericiknya mengingatkanku pada satu cerita. Cerita tentang seseorang yang mengajarkanku terhadap kedewasaan, harga diri, kenyamanan, kesederhanaan, rasa syukur, dan kesabaran. Ini juga mengingatkanku terhadap sebuah mimpi, mimpi untuk terbang dalam kebahagiaan menikmati anugrah Yang Maha Kuasa bersamanya. Ketika melihat hujan turun di permukaan wajahnya yang manis, ketika tanganku dapat memegang tangannya erat, ketika kita berdua tertawa bahagia ditemani sahabat kita bernama hujan, disitulah aku mengenal kebahagiaan. Setiap kali hujan ini menyentuh kemejaku yang tipis ini, maka sengaja kubiarkan hujan lama membasahi tubuhku, agar aku dapat memiliki waktu untuk menghadirkanmu dalam anganku.
Dan aku ingat ketika dulu mencoba untuk mengenalmu, hujan adalah salah satu yang kamu sukai. Mungkin untuk kamu sukai sendiri, atau bersama orang yang kamu pilih bersamamu. Bukan aku, yang menjadikan hujan sebagai musuhmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s