Terima Kasih Adik-Adikku

20160423_091359
Anak-anak Rumah Belajar Ceria

Engkaulah William bersama teman kecilmu Julia, yang menghampiri kakak terlebih dahulu. Duduk di pangkuan kakak begitu saja dan kalian tersenyum manis, dengan tulus. Tulus, ya, hal yang susah engkau temui ketika dewasa adik-adikku. Tapi pada hari kakak datang ke Rumah sederhana untuk pertama kalinya itu, kakak belajar dari ketulusan kalian. Kalian tidak segan bersikap hangat terlebih dahulu terhadap seseorang yang belum kalian kenal. Karena terkadang kakak lupa, kakak melakukan hal yang baik hanya untuk menerima hal yang baik pula. Jika kalian membaca ini suatu saat nanti, tetaplah menjadi sosok yang seperti itu yang ceria dan tulus. Oh ya, dan kalian harus tahu, kalian berdua itu cerdas! Gunakan kecerdasan kalian ya adikku, bantu keluarga kalian.

Masih tergambar jelas pertemuan kita pertama, adikku Lusi. Kamu begitu pendiam di kelas, dan tidak bisa jauh dari Ibumu. Tapi Lusi, Kakak berjanji akan membuatmu berani berdiri di depan kelas sendiri, menyebutkan warna, hewan dan angka. Kakak yakin bisa! Ada banyak kakak pengajar yang hebat disini yang bisa membantu kakak mengajarimu. Kakak ingin melihatmu ceria dan berani. Dan suatu saat nanti, kamu yang akan selalu setia menjaga ibumu.

Fadil, Kakak masih ingat, kamu kesulitan menulis angka empat. Tapi kamu semangat Fadil, kamu  sudah berani ke depan kelas. Kamu pasti bisa jadi arsitek, engineer, dokter atau apapun yang kamu mau. Nama kita memang sama, tapi kakak yakin, kamu bisa jauh lebih sukses dari kakak!

Kakak juga mau minta maaf dulu sama Mei-Mei, adikku yang paling manis di kelas. Kakak minta maaf karena sudah membuat kamu menangis di hari pertama kakak mengajar. Maaf ya adikku. Tapi, pertemuan kedua kamu sudah pintar! Kamu berani bantu kakak menulis di depan, kamu juga sudah pandai menyebut nama-nama hewan.

Sudah sebulan kakak bergabung dengan kalian di Rumah Belajar Ceria. Kakak selalu ingin membuat kalian ceria. Senda gurau kalian membuat kakak nyaman adik-adikku. Kalian begitu semangat dan antusias. Kakak selalu menunggu hari Sabtu tiba, bukan untuk menikmati malam minggu. Tapi kakak ingin melihat Tepuk Semangat dari kalian! Bernyanyi bersama kalian! Mengajari kalian membaca doa. Kakak bangga ketika dapat menghapal semua nama kalian, kakak bangga melihat kalian berani tempil di depan.

Terima kasih adikku, kalian telah menularkan energi positif kalian. Dan itu mahal adikku. Kakak hanya bisa membalas dengan doa. Semoga kalian semua menjadi orang yang berguna bagi keluarga, agama dan bangsa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s