Dukungan Positif Perombakan Menteri

040868000_1469611894-20160727-Sri-Mulyani-Fanani-1
Sumber Gambar: Liputan 6

Perombakan atau reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif yang dimiliki oleh seorang presiden. Presiden berhak mengangkat maupun memberhentikan menteri-menterinya tanpa diintervensi oleh pihak lain dan telah didukung melalui konstitusi. Di Indonesia, reshuffle bukanlah sesuatu yang baru. Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, kabinet yang dipimpinnya telah mengalami perombakan sebanyak lima kali. Sementara presiden Jokowi telah melakukan penggantian struktur kabinetnya sebanyak dua kali.


Pada tanggal 27 Juli 2016, Presiden Jokowi telah mengumumkan nama-nama menteri yang di-reshuffle. Diantara nama-nama tersebut, muncul nama menteri pengganti baik dari kalangan profesional maupun partai politik. Keputusan Jokowi kali ini mendapat tanggapan positif di pasar saham, terbukti dengan menguatnya IHSG (Indeks Saham Gabungan). IHSG ditutup positif setelah pengumuman dilakukan di Istana Negara.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa susunan Kabinet Kerja Jokowi dipercaya mampu meningkatkan kinerja yang baik. Sebagian pengamat menilai, kepercayaan ini didukung oleh diangkatnya kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Sri Mulyani yang sebelumnya merupakan Direktur Pelaksana Bank Dunia, dipercaya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang mengalami penurunan saat ini. Presiden Jokowi yang pernah berjanji untuk meningkatkan perekonomian Indonesia sebesar 7% ini, ternyata hanya berhasil di angka 4,7% pada tahun 2015. Penunjukan Sri Mulyani disinyalir mampu mewujudkan janji presiden tersebut. Mengingat Sri Mulyani pernah berhasil mempertahankan laju ekonomi Indonesia di tengah krisis tahun 2008. Indonesia bersama China dan India mampu memberikan pertumbuhan positif di tengah tumbangnya ekonomi negara-negara adidaya.

Kepercayaan pasar dan publik pada keputusan Presiden Jokowi tentunya mampu menjadi pemicu semangat pada jajaran menterinya. Para menteri haruslah menyiapkan amunisi yang ampuh dalam memenuhi keinginan masyarakat. Mengingat bahwa pada tahun 2020-2025, Indonesia mengalami bonus demografi, dimana mayoritas penduduk merupakan usia produktif (BKKBN), maka para menteri harus mempersiapkan HDI (Human Development Index) atau Indeks Pembangunan Manusia sebaik mungkin. Dimana saat ini Indonesia masih menduduki peringkat 111 dari 182 negara dalam HDI. Untuk itu, reshuffle ini diharapkan dapat mengubah harapan ini menjadi tantangan bukan menjadi beban. Sehingga, keputusan reshuffle ke depan murni berdasarkan kinerja bukan melalui manuver politik semata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s