Pentingnya Perencanaan Fasilitas Publik

Maskapai-Penerbangan-Indonesia
Sumber gambar: bandarasoekarnohatta.com

Negara maju bukanlah tempat dimana orang miskin dapat membeli mobil, tetapi tempat dimana orang kaya menggunakan transportasi publik. (Gustavo Petro)

Pentingnya fasilitas publik bagi warga negara Indonesia telah diatur dalam pasal 34 UUD 1945. Sudah sewajarnya, jika pemerintah bertanggung jawab menyediakan fasilitas publik kepada masyarakat, salah satunya melalui ketersediaan bandara yang layak. Citra buruk pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta belakangan ini, memberikan pekerjaan rumah yang besar pemerintahan Jokowi, khususnya Menteri Perhubungan yang baru, agar dapat membenahi fasilitas publik di sektor transportasi.

Pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 ini salah satunya adalah memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur. Namun, keselamatan dan kelayakan suatu fasilitas publik tetap harus diutamakan. Bandara yang merupakan sarana promosi image positif suatu negara, harus dibangun dengan perencanaan dan uji kelayakan yang ketat. Apa yang terjadi pada Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta dapat dikategorikan sebagai kelalaian Kementerian Perhubungan dalam melakukan uji kelayakan. Masalah-masalah yang terjadi pada bandara seharusnya dapat diantisipasi, mulai dari utilitas seperti sanitasi, listrik, jaringan komputer hingga kesiapan fasilitas check in, papan informasi dan petugas bandara. Pihak Angkasa Pura II yang diwakili oleh PLT Direktur Utama saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kendala yang terjadi di lapangan seperti disengaja. Ada pihak yang melakukan sabotase terhadap terminal baru. Hal ini juga diamini oleh komisaris Angkasa Pura II, Rhenald Kasali (Kompas, 11 Agustus 2016). Untuk itu, sudah seharusnya dalam operasional suatu bandara, titik vital bandara dapat diamankan petugas keamanan, sehingga tindakan sabotase dapat dicegah oleh pihak bandara.

Permasalahan yang terjadi pada Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno harus cepat ditangani pihak terkait. Karena menurut PLT Dirut Angkasa Pura II, bahwa  Terminal 3 Ultimate akan terintegrasi dengan Terminal 3 yang lama. Maka pemindahan maskapai dari terminal lama ke terminal ultimate harus dilakukan secepatnya agar renovasi dapat segera dilakukan untuk terminal 3 yang lama. Untuk itu solusi pemberhentian sementara Terminal 3 Ultimate sulit dilakukan. Karena jika pemberhentian dilakukan, maka kita telah mundur satu langkah. Dalam hal ini, masyarakat dapat mendukung proses perbaikan bandara melalui kritik dan saran agar cepat ditanggapi pihak Angkasa Pura II. Mengingat bahwa operasional terminal 3 Ultimate sebatas penerbangan domestik, maka pemerintah dapat melakukan pembenahan dengan cepat sebelum dibukanya penerbangan internasional yang mempertaruhkan citra bangsa.

Percepatan pembangunan seharusnya tidak mengesampingkan faktor perencanaan yang matang. Namun, tetap harus diingat bahwa tidak mungkin sempurna fasilitas publik tanpa masukan dan saran dari masyarakat. Untuk itu, apa yang terjadi pada Terminal 3 Ultimate dapat dijadikan pelajaran sebelum peresmian utama dibuka pada Maret 2017. Karena sesungguhnya, transportasi merupakan cerminan maju atau tidaknya suatu bangsa.

Jakarta, 17 Agustus 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s