Ada Apa dengan India, Brazil dan Indonesia di Olimpiade?

5d90fd4b-70ff-4444-9e03-bb6b48593428_1471093719
Sumber Gambar: India Times

Euforia olimpiade selalu saya rasakan setiap kali melihat tabel perolehan medali. Melihat seluruh negara berlomba-lomba memperebutkan peringkat atas, membuat saya percaya bahwa olimpiade merupakan ajang yang tepat menunjukkan taji mereka. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak dunia, China dan Amerika Serikat diunggulkan dari sisi SDM. Setiap perhelatan akbar olimpiade dimulai, dua negara ini saling bersaing merebut posisi puncak. Lain halnya dengan India, Brazil dan Indonesia yang notebenenya memiliki potensi SDM yang besar. Ketiga negara ini tidak mampu berbuat banyak di ajang Olimpiade dunia. Bahkan sampai tulisan ini diterbitkan, India sebagai negara penduduk terbanyak kedua dunia, belum mampu meraih satu pun medali emas.

Berdasarkan data dari CIA WorldFactbook, China, India, Amerika Serikat, Indonesia dan Brazil merupakan top 5 dunia dari sisi jumlah penduduk. Suatu modal besar dalam meraih kejayaan di ajang Olimpiade. Tetapi, mengapa hanya China dan Amerika Serikat yang mampu memanfaatkan potensi tersebut? Sebelum dibahas lebih lanjut, kita simak tabel perolehan medali emas kelima negara di beberapa Olimpiade terakhir.

Untitled

India, sebuah negara yang dikarunai penduduk 1,2 Milyar lebih, hanya mampu memperoleh satu medali emas dalam 16 tahun terakhir. Bahkan, emas yang diperoleh oleh Michael Phelps lebih banyak dibanding total perolehan medali emas India sejak tahun 1900.  Brazil mungkin lebih baik, tetapi potensi 200 juta penduduk dan keuntungan tuan rumah seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperoleh emas lebih banyak lagi. Hal serupa juga dialami negara kita. Sebuah negara kaya yang memiliki modal 255 juta penduduk, hanya mampu berkuasa dengan emas olimpiade bulutangkis. Kemana larinya para bibit-bibit unggul ini? Apakah tak ada satu orang pun dari 1,2 Milyar penduduk India dapat menyumbang emas? Apakah tak ada juga putra-putri kebanggaan Indonesia yang mampu meraih emas lain selain bulutangkis?

Jika ada yang mengatakan salah satu penyebabnya adalah tingkat kemiskinan yang tinggi. Sepertinya perlu dipertimbangkan kembali. Lihat saja negara-negara lain dengan tingkat rendah pendapatan per-kapita, seperti Kenya dan Jamaika, memiliki prestasi yang lebih baik. Selain itu, bukankah juga India, Indonesia, Brazil merupakan kekuatan perekonomian dunia baru dengan pertumbuhan ekonomi melebihi rata-rata pertumbuhan dunia?

Menurut CNBC, orang-orang India percaya bahwa “if you study hard you will live like a king but if you play sports you will ruin your life”. Mindset seperti ini lah yang sepertinya menjadi akar penyebab masalah. Kepercayaan bahwa profesi seorang atlet tidak dapat menjamin masa depan dapat menjadi trigger bagi para calon atlet untuk tidak mengorbankan masa depannya di dunia olahraga. Pemerintah India setengah hati mendukung perkembangan olahraga di negaranya. Hal ini tegas disampaikan oleh atlet India, Shiva Keshavan. Bahwa tidak ada anggaran dan fasilitas yang memadai bagi para atlet, sehingga perkembangan olahraga yang baik sangat sulit tumbuh di negeri ini.

Hal serupa juga sering terjadi di Indonesia. Dengan jumlah penduduk 255 juta, Indonesia memiliki potensi yang dapat dikembangkan di bidang olahraga renang, sepakbola, bulutangkis, basket, dan lain-lain. Akan tetapi, seberapa banyak orangtua yang dapat menerima profesi atlet menjadi profesi utama bagi anaknya? Mindset bahwa olahraga hanya sebagai tools untuk meningkatkan fisik, mengisi waktu luang, atau sebatas berkompetisi di bangku sekolah harus ditepis. Olahraga juga seharusnya dapat menjamin masa depan, dan hal ini harus menjadi frame utama yang disampaikan oleh guru-guru di sekolah. Sehingga, semakin banyak anak Indonesia yang berpotensi dapat menyumbangkan emas di ajang Olimpiade.

Pemerintah melalui Kemenpora, dapat menunjukkan apresiasi dan keseriusannya di bidang olahraga melalui bonus yang tinggi, tunjangan, jaminan hari tua, fasilitas, kepengurusan bidang olahraga yang transparan dan terencana. Jangan sampai ada kasus atlet-atlet penyumbang medali Sea Games, Asian Games, atau Olimpiade yang luput dari perhatian pemerintah. Beri anak muda contoh para atlet yang hidupnya sejahtera dan mapan. Beri kesempatan para atlet ini berbicara di sekolah sebagai motivator. Tunjukkan bahwa atlet akan dijamin oleh negara. Kita bukan tidak mampu mendominasi medali Olimpiade. Hanya saja bibit-bibit unggul kita masih bersembunyi, perlu rangsangan pemerintah untuk mengasah kemampuan mereka. Karena Indonesia adalah negeri yang hebat, negeri yang kaya akan potensi sumber daya manusia.

Tulisan ini telah dimuat di selasar.com  pada 22 Agustus 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s