Sukses Berkomunikasi Ala Dale Carnegie

Sukses_Berkomunikasi-dale-carnegie

Apa yang kita ucapkan dan cara kita mengucapkan merupakan hal yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam berkomunikasi. Para pemimpin hebat di pemerintahan, industri, dan pendidikan memiliki kecakapan tinggi dalam berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Untuk itu, Dale Carnegie, seorang trainer public speaking membagi beberapa strategi yang harus dimiliki dalam berkomunikasi.

Dale Carnegie merupakan seorang penulis, pengajar sekaligus motivator. Ia mendirikan sekolah public speaking, pengembangan diri dan interpersonal di 80 negara lebih. Berdiri pada tahun 1912, Dale Carnegie Training selalu berevolusi mengembangkan pengetahuan dasar guna memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk mengasah kemampuan mereka dan memperbaiki kinerja dalam membangun hasil yang positif, stabil serta menguntungkan.

Buku ini terdiri dari 175 halaman. Menarik sekali saat membaca buku ini. Banyak hal-hal yang tanpa kita sadari merupakan kesalahan fatal dalam berkomunikasi, dan telah kita lakukan selama ini. Hal inilah yang mungkin menyebabkan komunikasi kita berakhir dengan kesalahpahaman ataupun kegagalan dalam meyakini seseorang. Untuk itu Dale Carnegie, merumuskan beberapa hal yang harus dimiliki dalam berkomunikasi yang baik.

Menyampaikan Ide Kepada Orang Lain
Mr. Adam berang. “Saya sudah menjelaskan secara mendetail cara melakukan tugas itu. Dia bilang dia mengerti, tapi sekarang dia mengacaukan semua. Pekerjaan itu kini harus dilakukan dari awal lagi.”
Seberapa sering situasi itu terjadi pada Anda? Anda memberikan instruksi terperinci kepada bawahan, menjelaskan suatu konsep kepada rekan, menjabarkan prosedur kepada pelanggan, lalu menimbulkan kesan sudah dipahami dengan jelas, ternyata faktanya hal itu sama sekali tidak dimengerti? Dale Carnegie membagi beberapa tips dalam menyampaikan suatu ide.

  1. Persiapkan apa yang akan kita katakan sebelum menyampaikan ide kepada kelompok dan perorangan.
  2. Bicara dengan jelas dan jernih agar perkataan kita bisa dipahami dengan mudah. Bicara denhan antusias supaya pendengar tidak tertidur.
  3. Sadari bahasa tubuh kita.
  4. Persiapkan diri untuk menanggulangi rintangan yang mengacaukan komunikasi.
  5. Ketahui dan kendalikan bias yang kita miliki.
  6. Minta masukan mengenai bagaimana mereka menerima apa yang kita katakan, dan tindak lanjuti untuk memastikan tugas itu diselesaikan.
  7. Pastikan apa yang kita komunikasikan tak hanya dipahami, tetapi juga diterima oleh pihak lain.
  8. Selalu bersikap bijak dan diplomatis saat berurusan dengan orang lain.

Seni Percakapan yang Baik
Orang yang bisa berbicara dengan baik, yang memiliki seni menyusun cerita dengan cara yang menarik, yang bisa menarik minat orang lain secara langsung dengan kekuatan bicara mereka, memiliki kekuatan yang sangat besar dibandingkan orang-orang yang mungkin lebih memahami topik yang ada tetapi tidak dapat mengekspresikan diri dengan mudah atau luwes. Catat beberapa hal berikut untuk memiliki seni percakapan yang baik:

  1. Pelajari nama orang yang anda ajak bicara dan gunakan nama itu dalam percakapan.
  2. Jaga kontak mata. Menatap orang secara langsung menjadi indikasi bahwa kita mendengarkan. Jangan melototinya. Gerakkan mata kita sehingga kita mengamati seluruh wajahnya.
  3. Bicara dengan jelas. Jika bolak-balik kita diminta mengeraskan suara kita atau mengulangi perkataan kita, bisa jadi kita tidak berbicara dengan jelas. Rekam dan dengarkan percakapan kita.
  4. Cari bantuan profesional dari pelatih sura untuk menanggulangi kebiasaan berbicara buruk.
  5. Gunakan bahasa dan gambaran yang biasa digunakan pendengar.
  6. Bicara dengan gaya bahasa orang yang sedang kita ajak bicara. Gunakan kata-kata dan nada suara yang berbeda saat berbicara dengan rekan bisnis dan saat berbicara dengan seorang remaja.
  7. Jangan melenceng dari topik pembicaraan. Pencuri percakapan adalah orang-orang yang senang menimbrung cerita kita atau mengubah fokus percakapan kepada diri mereka sendiri atau sesuatu yang lebih mereka kenali.
  8. Ketahui kapan saatnya bicara dan kapan saatnya menyimak. Percakapan itu tentang memberi dan menerima.
  9. Tunjukkan ketertarikan kepada hal yang sedang dituturkan. Anggukan kepala, beri komentar, atau lontarkan pertanyaan setiap pernyataan jika memang pantas.
  10. Untuk memancing komunikasi, lontarkan pertanyaan yang terbuka, yakni pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari sekedar ya atau tidak.

Hal-hal yang harus dihindari dalam percakapan yang baik

  1. Jangan bicara terlalu cepat atau terlalu lambat. Kita semua pernah terlibat dalam percakapan dengan orang-orang yang berbicara terlalu cepat sehingga kita tidak bisa terus menyimak, atau berbicara terlalu lambat sehingga saat mereka selesai mengekspresikan pikiran mereka, kita sudah melupakan topik percakapan.
  2. Jangan bergumam atau menelan kata-kata kita.
  3. Jangan bicara terlalu lembut atau terlalu keras. Ketahui volume suara kita dari jarak kita dengan para pendengar.
  4. Jangan memonopoli percakapan. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk bicara.
  5. Jangan menyombong atau membual. Sebuah percakapan seharusnya menjadi pertukaran ide dan pemikiran, bukan sarana menunjukkan ego.
  6. Jangan menginterogasi. Pertanyaan harus dilontarkan dengan ramah dan tidak agresif. Lontarkan pertanyaan terbuka agar orang lain dapat mengekspresikan idenya secara bebas.
  7. Jangan menginterupsi. Biarkan orang lain selesai berkomentar sebelum kita menuturkan komentar kita.
  8. Jangan bicara saat orang lain berbicara. Selain tidak sopan, hal itu membuat kita melewatkan poin yang sedang dituturkannya.
  9. Jangan tutup pikiran kita dari apa yang sedang dikatakan. Pikiran yang terbuka itu penting jika kita ingin memahami sudut pandang orang lain.

Dengarkan dengan Seksama!
Saat seseorang berbicara kepada kita, pikiran kita cenderung berpacu ke depan dan kita menyelesaikan kalimat sang pembicara di benak kita. Kadang dengan tepat, tetapi sering kali berbeda dengan apa yang dikatakan sang pembicara. Anda mendengar apa yang didiktekan pikiran anda, tetapi pada akhirnya anda tidak mendengar apa yang dikatakan sang pembicara. Mari kita simak beberapa tips dari Dale untuk menjadi pendengar yang efektif.

  1. Dengarkan dengan empati. Coba rasakan apa yang dirasakan orang lain saat dia sedang berbicara.
  2. Singkirkan segala gangguan. Matikan telepon, singkirkan semua kertas yang tidak berhubungan dengan percakapan yang berlangsung.
  3. Klarifikasi segala ketidakyakinan setelah orang lain berbicara. Pastikan anda memahami apa yang dikatakan dengan menuturkan kembali apa yang anda dengar dengan kata-kata anda.
  4. Dengan jujur berusaha melihat hal-hal melalui sudut pandang orang lain.
  5. Jangan langsung menarik kesimpulan atau mengambil asumsi. Jaga sikap anda agar terus terbuka dan menerima.
  6. Tunjukkan minat melalui ekspresi wajah anda. Tersenyumlah atau tunjukkan rasa prihatin pada saat-saat yang tepat.
  7. Tunjukkan bahwa anda mengikuti pembicaraan dengan anggukan atau gerak-gerik.
  8. Lontarkan pertanyaan sehubungan dengan apa yang dikatakan anda bisa berkata,”Jadi, dari pemaham saya, ini…” atau anda bisa elontarkan pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait dengan poin-poin spesifik. Ini tidak hanya memungkinkan anda mengklarifiksasi poin-poin, tetapi menjaga anda agar tetap siaga dan memusatkan perhatian sepenuhnya.
  9. Jangan menginterupsi! Sebuah jeda tidak boleh diartikan sebagai saat bagi anda untuk mmulai bicara. Tunggulah!
  10. Amati bahasa tubuh sang pembicara.
  11. Gunakan lingkaran umpan balik. Apa yang dikatakan bisa jadi bukan apa yang diterima. Carilah filter yang ada dan atasi. Untuk mengembalikan ke jalur yang
  12. benar, nyatakan kembali poin anda atau lontarkan pertanyaan yang berkaitan.

Mendapatkan yang Terbaik dari Sebuah Argumen
Kata argumen dapat didefinisikan daam beberapa cara. Salah satu definisinya adalah menyatakan ketidaksetujuan karena perbedaan sudut pandang, sering kali dengan amarah. Saat definisi ini berlaku, Dale Carnegie benar saat menulis,”Satu-satunya cara mendapatkan yang terbaik dari sebuah argumen adalah dengan menghindarinya.” Sebuah argumen yang dituturkan dengan marah hanya bisa membuahkan situasi sama-sama kalah. Definisi lain dari argumen adalah debat dan diskusi mengenai sebuah isu. Saat kita memandang argumen dalam konteks ini, kita bisa meraih situasi sama-sama menang dengan pelatihan dan keterampilan. Dalam membujuk orang lain menerima ide-ide kita, Dale Carnegie membagi beberapa prinsipnya.

  1. Tunjukkan rasa hormat anda kepada opini orang lain. Jangan pernah berkata kepada seseorang bahwa dia salah.
  2. Jika anda salah, cepat akui kesalahan anda sambil menunjukkan empati.
  3. Awali dengan ramah.
  4. Buat orang lain dengan cepat berkata “ya”.
  5. Biarkan orang lain berbicara banyak.
  6. Biarkan orang lain merasakan ide yang ada sebagai miliknya.
  7. Dengan jujur cobalah melihat keadaan dari sudut pandang orang lain.
  8. Tunjukkan simpati pada ide dan keinginan orang lain.
  9. Gugah sifat baik.
  10. Dramatisir ide-ide anda.
  11. Ajukan tantangan.

Dale Carnegie menyimpulkan bahwa ada empat cara, hanya empat cara, dalam berhubungan dengan dunia. Kita dievaluasi dan digolongkan dalam empat cara ini: apa yang kita lakukan, cara kita memandang, apa yang kita ucapkan, dan cara kita mengucapkannya. Buku ini telah memberi wawasan baru bagi saya, terutama dalam berkomunikasi sehari-hari. Banyak hal sepela yang terkadang kita remehkan dan menghasilkan kesalahpahaman. Prinsip-prinsip Dale Carnegie membuka pikiran saya bahwa ada cara yang baik dalam sukses berkomunikasi.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s