Membaca Karakter melalui Analisis Tulisan Tangan

Handwriting
Sumber gambar: lifehacker

Ketika saya sedang mempersiapkan diri menghadapi tes essai beasiswa awal pertengahan Agustus kemarin, salah satu teman menganjurkan untuk membaca buku Analisis Tulisan Tangan karya Bayu Ludvianto. Dia beranggapan bahwa karakter seseorang dapat dilihat dari tulisan tangannya, dan tidak menutup kemungkinan bahwa penguji melakukan analisis tersebut. Saya pun tertarik untuk mencobanya, dan ternyata hasilnya sangat akurat. 90% menggambarkan karakter saya yang sesungguhnya.

 

Anda juga bisa mencoba membaca karakter anda atau kerabat anda melalui tulisan tangan. Ambil sebuah kertas polos, dan tulis apa saja yang ada di benak anda sebanyak satu halaman penuh. Lalu coba perhatikan beberapa hal berikut.

  1. Margin atau jarak pinggiran tulisan.
  2. Spasi atau jarak antar kata, huruf atau baris.
  3. Garis dasar penulisan atau baseline
  4. Ukuran tulisan
  5. Tekanan Tulisan
  6. Kemiringan Tulisan

Margin
Ada berbagai pola pinggiran atau margin tulisan, dimana masing-masing pola menceritakan hal yang sangat mendasar tentang seseorang.

  1. Margin kiri dan kanan yang ideal
    Tulisan dengan margin kiri sekitar 1,5–2,5 cm dan kanan sekitar 0,5–1 cm bisa dikategorikan ideal. Orang ini memiliki harga diri yang sehat, nyaman dengan dirinya dan orang lain.
  2. Margin Rata di semua sisi
    Tulisan dengan gaya ini ditulis oleh seseorang yang sangat terkontrol, rapi dan sangat terencana serta mengutamakan tampilan dalam melakukan setiap pekerjaannya. Orang-orang seperti ini cenderung sangat terobsesi dengan tampilan luar dan menganggap ketidakpastian itu mengerikan.
  3. Margin sebelah kiri yang sangat lebar
    Orang-orang ini memiliki masa lalu yang kelabu, masa lalu yang tidak ingin diingat kembali. Mereka akan selalu menghindar saat disinggung tentang masa lalu. Perasaan bersalah, powerless, aib, dan merasa tidak berharga sering menghantui mereka.
  4. Margin sebelah kanan yang sangat lebar
    Margin seperti ini cenderung dimiliki oleh orang-orang yang sering berhenti di tengah jalan atau setengah-setengah dalam melakukan sebuah pekerjaan.
  5. Tidak ada Margin
    Orang-orang seperti ini akrab dengan segala keterbatasan.Selain itu, mereka juga bukan orang yang mudah percaya pada orang lain, dan cenderung ingin menguasai semuanya.
  6. Margin Lebar pada keempat sisi
    Seseorang yang mempunyai emosi yang relatif besar dan lebih suka hidup menyendiri, cenderung mempunyai tulisan tangan seperti ini. Bagi orang ini, orang lain bisa saja terlalu mengancam dan membuatnya merasa tidak nyaman.

Spasi
Sebuah tulisan dengan spasi yang ideal (sekitar 2 sampai dengan 3 huruf) mencerminkan hubungan timbal balik yang sehat dan berimbang antara penulis dengan orang-orang di sekelilingnya. Orang-orang seperti ini nyaman dengan dirinya sendiri, spontan dan sehat secara emosional dan mental.
Spasi tulisan juga mencerminkan rasa nyaman seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Semakin tidak nyaman seseorang berinteraksi dengan orang atau suasana, maka semakin jauh juga jarak penulisannya atau spasi. Sebaliknya, semakin mudah dan nyaman seseorang bergaul dengan orang lain, maka semakin dekat jarak antar kata yang terdapat dalam tulisannya.

Garis Dasar Penulisan atau Baseline
Baseline dapat diumpakan sebagai sebuah jalan untuk mencapai cita-cita. Sebaris kalimat yang dituliskan pada selembar kertas, seolah-olah menggambarkan keadaan masa lalu (di awal kalimat), mengalir ke masa sekarang (di tengah-tengah kertas), dan berakhir di masa depan (di bagian sebelah kanan kertas).

  1. Garis dasar lurus
    Orang yang menulis dengan gaya ini cenderung untuk mengatur dan menyiapkan dirinya saat berhadapan dengan orang lain. Orang ini sangat terkontrol, mengikuti aturan main, dan diplomatis.
  2. Garis dasar super lurus
    Tulisan dengan garis dasar super lurus, menunjukkan upaya super kontrol dari penulisnya. Tulisan semacam ini umumnya ditulis oleh orang yang ingin menutup rapat-rapat sesuatu yang ada di dirinya.
  3. Garis dasar menaik
    Garis penulisan yang menaik mencerminkan optimisme dan kemauan penulisnya untuk mencapai cita-citanya. Aktif, berpikir positif, dan selalu berusaha untuk mencapai cita-cita adalah ciri khas orang-orang dengan penulisan menaik.
  4. Garis dasar menurun
    Tulisan dengan garis dasar menurun umumnya ditemukan pada orang-orang yang cenderung melihat segala sesuatu dari segi buruknya, susahnya ataupun masalahnya. Orang yang menulis dengan gaya ini sering merasa sinis terhadap lingkungan sekitar, merasa selalu menjadi korabn keadaan, dan selalu kecewa.
  5. Garis dasar cembung
    Tulisan dengan garis tipe ini sekilas nampak seperti ditulis oleh seseorang yang berpikiran positif dan antusias (karena garis dasar nampak menaik). Akan tetapi, dengan melihat ujungnya yang mengarah ke bawah, sebenarnya penulisnya tanpa sadar memproklamirkan dirinya sebagai figur yang gampang menyerah.
  6. Garis dasar cekung
    Tulisan dengan pola garis dasar cekung menunjukkan adanya perasaan tertekan, tenggelam, dan menyempit di dada penulisnya.Seseorang yang menuliskan tulisannya dengan garis dasar cekung harus sering mempunyai teman yang selalu memberikan semangat. Dalam suatu kegiatan atau pekerjaan, meski di awal nampaknya berniat, di tengah-tengah jalan bisa merasa limbung, lelah dan kehilangan gairah.
  7. Garis putus asa
    Tanda-tanda bahwa seseorang mempunyai kecenderungan untuk menyerah tiba-tiba bisa dilihat pada garis dasar di ujung sebuah kalimat (pada pinggir sebelah kanan). Disini sebuah kata atau huruf tiba-tiba kehilangan pegangan dan jatuh. Jatuhnya kata atau huruf ini sering demikian tiba-tiba dan umumnya hanya terdapat pada satu kata atau beberapa huruf saja. Hal ini menunjukkan adanya potensi kehilangan kontrol (putus asa dan menyerah) pada saat-saat tertentu.
  8. Garis dasar yang naik turun semaunya
    Penulis ini bisa kadang nampak bersemangat, tertawa, tetapi kemudian tiada hujan tiada angin, tiba-tiba loyo dan berdiri tegak, atau bahkan menangis tersedu-sedu. Tulisan semacam ini adalah ciri tulisan dan seseorang yang tempramental dan selalu dalam kondisi up and down.
  9. Garis dasar yang ngaco (tidak jelas arahnya)
    Penulis ini memiliki kekacauan secara mental, cenderung diambang kehancuran secara sosial. Dia tidak akan peduli dengan segala aturan sosial dan bahkan mendekati sociopath. Kondisi seperti ini sangat menyedihkan. Dibutuhkan pertolongan seorang ahli di bidang emosional dan mental.

Ukuran Tulisan

  1. Tulisan Ukuran Ideal atau Medium
    Orang yang menulis dengan huruf-huruf yang berukuran ideal dan proporsional dengan luasan kertas yang dipergunakan adalah orang yang nyaman dengan diri dan kehidupan sosialnya.
  2. Tulisan Ukuran Besar
    Seseorang dengan tulisan yang berukuran besar akan lebih bersikap extrovert, menjangkau dan tertarik ke dunia luar, serta tidak terlalu menyukai detail. Penulisnya suka menjadi perhatian dan merasa harus selalu diperhatikan. Penulisnya juga sellau membutuhkan tempat yang luas untuk dirinya, dimana pun dia berada dan selalu punya perhatian terhadap kondisi sekelilingnya.
  3. Tulisan Ukuran Kecil
    Introvert adalah ciri khas dari orang yang menulis dengan tulisan yang berukuran kecil. Ketertarikannya pada urusan orang lain, jauh lebih kecil dibandingkan dengan ketertarikannya pada apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Pada keadaan ekstrem, orang ini bisa menutup diri rapat-rapat dari lingkungannya.
  4. Tulisan Ukuran Super Kecil
    Tulisan yang super kecil menunjukkan adanya perasaan introvert yang ekstrem dan tidak mengherankan apabila kita menemukan penulisnya mengasingkan diri dari dunia sekelilingnya. Ketelitian yang luar biasa juga menjadi ciri dari penulis dengan huruf berukuran super kecil ini.

Tekanan Tulisan

  1. Tekanan Medium
    Kalimat yang ditulis dengan huruf dan kata yang bertekanan medium biasanya ditulis dengan lembut, sedikit menekan pada kertas, dan cukup membuat tulisan terbaca dengan bagus dan nyaman. Meski kadang ada sedikit perbedaan tekanan, biasanya hanya terdapat pada coretan ke atas dan ke bawah dari huruf.
    Seseorang yang menulis dengan tekanan medium, menulis dengan perasaan bahagia, nyaman dan damai. Penulis ini nyaman dengan kehidupan sehari-harinya, ramah dan mampu mengelola emosinya dengan bai, nyaman dan tidak memendam kemarahan.
  2. Tekanan Berat
    Tulisan dengan tekanan yang berat umumnya ditulis dengan orang orang yang saat menulis sedang menggunakan dan menyertakan seluruh perasaannya. Penulis yang setiap saat menulis dengan tekanna berat enunjukkan bahwa penulis tersebut mempunyai kemauan kuat untuk emndapatkan apa yang dia inginkan, tegas, dinamis, aktif dan bersemangat, sering menonjolkan diri, tegang, mudah marah, suka memaksakan kehendak pada orang lain, dan punya cita rasa yang bervariasi.
  3. Tekanan Super Berat
    Balik kertas yang berisi tulisan tangan dan raba. Apakah anda merasakan permukaan yang kasar atau bahkan super kasar? Kalau itu yang anda dapatkan maka hanya ada satu kesimpulan, penulisnya sedang dalam kondisi frustasi berat!
  4. Tekanan Ringan
    Tekanan tulisan yang ringan bisa berarti beberapa hal: cenderung menunggu, tenang, lebih mengarah ke spiritual dibanding sikap agresif dan mau menangnya sendiri. Tetapi bisa juga menunjukkan sikap sebagai pengikut dibanding sebagai pemimpin.
  5. Tekanan Tidak Merata
    Tulisan dengan tekanan tidak merata biasanya ditulis oleh orang yang sedang dalam keadaan cemas ataupun gelisah. Tekanan tidak merata bisa ditemui pada sebuah huruf, maupun pada berbagai huruf di dalam kata ataupun kalimat.

Kemiringan Tulisan

  1. Tulisan Miring ke Kanan
    Para pakar grafologi telah mengidentifikasikan bahwa seseorang yang menulis dengan arah miring ke kanan cenderung ekspresif, memperlihatkan apa yang dirasakannya. Semakin miring ke kanan, pola tulisan seseorang semakin ekspresif pula penulisnya.
  2. Tulisan Tegak
    Orang yang menulis dengan huruf-huruf tegak akan secara dominan menggunakan logikanya untuk memutuskan sesuatu. Bagi orang ini, segala sesuatu harus masuk akal! Orang-orang ini jarang sekali melihatkan perasaannya dalam kehidupan sehariannya. Orang ini sangat bagus untuk memegang posisi akuntan, peneliti, dan bankir.
  3. Tulisan Miring ke Kiri
    Seseorang yang menulis dengan arah kemiringan cenderung ke kiri umumnya adalah orang yang menarik diri dan menutupi perasaan aslinya. Apa yang dikemukaan dan diekspresikan bisa jadi sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya. Bersikap diplomatis, tidak mengemukakan apa yang sebenarnya, menahan fakta, dan tidak terus terang adalah beberapa ciri karakteristik penulis dengan kemiringan ke arah kiri.Dalam kasus ekstrem (tulisan betul-betul sangat miring ke kiri), kita akan melihat sikap seseorang yang dingin, berpikir hanya tentang dirinya sendiri, sangat independen dan sulit untuk diajak bergaul.
  4. Kemiringan Tidak Jelas
    Seseorang dengan tulisan yang tidak jelas kemiringannya juga tidak jelas ekspresi dan pengelolaan emosinya. Orang-orang ini benar-benar tidak mudah diduga moodnya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s