Review Self Driving Rhenald Kasali

cover-buku-self-drivingSejak dilahirkan, manusia diberikan “kendaraan” yang disebut “self“. Kita bisa menentukan pilihan, apakah menjadi seorang driver atau passanger di kendaraan kita. Seorang driver, mampu mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas passanger yang ditanam sejak kecil, hanya akan menghasilkan keluhan dan keterbelengguan. Rhenald Kasali, tokoh inspiratif penulis, mencoba membuka wawasan kita agar tidak terjebak menjadi mental penumpang.

Bab-bab awal buku ini, Prof mengajak kita untuk kembali berpikir tentang mandataris kehidupan. Kenapa kita memilih sekolah, kenapa kita tanpa sadar terjebak menjadi mental penumpang, dan beberapa pertanyaan lain yang sukses membuat kita merenungkan kembali posisi kita saat ini dan tujuan hidup.

Sekolah setinggi apapun tidak akan mengubah kita menjadi seorang driver tanpa adanya kesadaran dari dalam diri. Sekolah bukanlah sebuah solusi. Seorang driver mampu membuka wawasannya seluas mungkin, dimana pun, tidak terbatas hanya di sekolah. Orang-orang yang terjebak cenderung menjadikan sekolahnya lima senti. Orang-orang seperti ini hanya mengandalkan rapor dan transkrip nilai.

Prof memberi contoh pada kondisi sekarang. Sebagian guru, dosen bahkan guru besar hanya pintar 5 senti dan mereka mau murid-muridnya sama seperti mereka. Guru besar Ilmu Teknik (Sipil) yang pintarnya 5 senti hanya asyik membaca berita saat mendengar Jembatan Kutai Kartanegara ambruk atau terjadi gempa di padang. Guru besar yang pintarnya 2 meter segera berkemas dan berangkat meninjau lokasi, memeriksa dan mencari penyebabnya. Mereka menulis karangan ilmiah dan memberikan simposium kepada generasi baru tentang apa yang ditemukan di lapangan.

Contoh lain adalah keteladanan KH Ahmad Dahlan. Ketika kaum muda baru tertarik berwirausaha di abad ke 21, Ahmad Dahlan sejak muda sudah dikenal sebagai seorang wirausahawan yang cukup berhasil berdagang batik. Namun, berbeda dengan sebagian besar wirausaha yang steril terhadap perjuangan bangsa, ia justru terlibat dalam organisasi Budi Utomo, Serikat Islam, dan organisasi kepemudaan pada masanya. Pada umur 15 tahun, misalnya, ia pergi haji dan tinggal di Makkah selama lima tahun. Di sana, ia berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran para pembaru Islam. Sejak itulah tekadnya menjadi pembaru begitu kuat. Ia berhasil melepaskan bangsa ini dari aneka belenggu mitos dan kemiskinan. Itu sebabnya pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian besar dalam gerakan yang dipimpinnya, yakni. Muhammadiyah, Social Enterprise terbesar dan tertua di Indonesia.

Pada bab berikutnya, prof membagi beberapa jenis passenger dan driver, antara lain. bad/good passenger dan bad/good driver.

blog

Mengubah seorang bad passenger agar mampu kembali menjadi good passenger, dan berkembang menjadi seorang good driver, perlu beberapa tindakan. Dimulai dari menghindari melakukan hal yang sama dan mengharapkan hal yang berbeda. Selanjutnya mengubah lingkungan kita, You are who your friends are. Lalu melakukan self healing atau terapi diri, lebih baik dengan bantuan orang lain melalui psikolog atau tokoh/mentor kita. Tahapan ini saja tidak cukup, kita baru mengubah bad passenger menjadi good passenger. Mengubah good passenger menjadi good driver diperlukan latihan untuk keluar dari zona nyaman. Pada bab ini, Prof mengenalkan Rumah Perubahan yang dikelolanya. Prof tidak menjelaskan secara detail teknis yang diterapkan pada Rumah Perubahan. Prof hanya memberi gambaran betapa pentingnya keluar dari zona nyaman dan berpikir ‘out of the box’.

Bab selanjutnya, Prof menjelaskan beberapa hal yang penting dimiliki oleh seorang driver, antara lain:

  1. Disiplin Diri
  2. Ambillah Risiko
  3. Play To Win
  4. The Power of Simplicity
  5. Creative Thinking
  6. Critical Thinking
  7. Growth Mindset

Sebelum kita bahas satu per satu, Prof memberikan beberapa perbedaan antar seorang Winner(good driver) dan Loser (Bad Passenger/Bad Driver)

Winner

Loser
Pemenang hidup di hari ini, belajar dari kejadian-kejadian masa lalu. Pecundang terkurung di masa lalu
Pemenang tidak takut kalah Pecundang takut menang
Pemenang melihat jawaban terhadap setiap masalah Pecundang melihat masalah pada setiap jawaban
Pemenang mencari solusi, berpikir bagaimana mengatasi masalahnya Pecundang hanya senang membuat alasan
Pemenang melihat “enaknya”/”manfaatnya” Pecundang melihat “capeknya”/”Sakitnya”/”masalahnya”
Pemenang mau belajar “saya tahunya baru sedikit” (meski sudah banyak tahu) Pecundnag merasa sudah menjadi “jagoan” (meski baru tahu sedikit)
Pemenang mencari solusi, bekerja dengan fakta Pecundnag mengembalikan masalah, mendramatisasi
Pemenang sabar mendengarkan, aktif membaca “yang tak terlihat” Pecundang selalu ingin didengar, bicara terus, bawel
Pemenang berkata, “ini memang sulit, tetapi bisa kita kerjakan.” Pecundang berkata “Ini mungkin bisa, tetapi terlalu sulit.”
Pemenang: “Ada yang bisa saya bantu?” Pecundang: “Suruh saja si A.”
Pemenang tidak mudah lupa karena bertanggung jawab Pecundang adalah pelupa, tidak pedulian, dan menganggap diri bodoh dan lemot
Pemenang berkata lembut meski isinya “bernas”/berbobot Pecundang omong kosong, kata-katanya keras.
Selalu ada cara yang lebih baik Ya, Cuma itu caranya
Ketika melakukan kesalahan “Saya yang salah” Ketika melakukan kesalahan “Bukan salah saya, not me”
Pemenang menolong orang lain agar menang juga Pecundang menolak membantu, menganggap yang lain sebagai ancaman
Pemenang beranggapan karena itu berbahaya bagi saya, sebaiknya orang lain juga dijauhkan (dari bahaya) Pecundang beranggapan kalau otu berbahaya, biar orang lain yang melakukan

Prof menjabarkan cara menumbuhkan prinsip yang harus dimiliki oleh seorang driver.

1. Disiplin Diri

Prof mengajak kita latihan, agar dapat membangun self dicipline. Beberapa hal berikut ini adalah hal-hal yang bisa kita kembangkan untuk menjadi seorang driver.

a. Tetapkan sasaran
b. Pelajari Aturan-aturannya
c. Buang perilaku buruk
d. Jadilah manusia bertanggung jawab
e. Manajemen deadline
f. Jadikanlah gaya hidup
g. Manajemen 3D: Do it, Delegate it, or Dump It

2. Ambillah Risiko

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang yang ingin bertransformasi menjadi seorang driver, yaitu dengan melatih diri menghadapi risiko. Berikut tips dari Prof untuk melatih pengambilan risiko.

a. Jangan membuang waktu
b. Latih persepsi anda
c. Menumbuhkan persepsi
d. Berinvestasilah
e. Belajar
f. Ukur kemampuan

3. Play To Win

Latihan berikut dapat kita lakukan jika berkehendak menjadi manusia unggul, bertransformasi dari passenger menjadi driver.

a. Positif menilai diri sendiri
b. Siap menerima kekalahan
c. Latih Optimisme
d.Kalahkan rasa takut
e. Bangun standar yang tinggi
f. Latih kesabaran
g. Melatih banyak akal

4. The Power of Simplicity

Untuk bertransformasi menjadi driver, diperlukan serangkaian latihan agar mampu menjadi manusia yang gesit, simpel, tidak boros, namun juga tidak bodoh, tidak seadanya atau mengesankan jalan pintas.

a. Berlatih editing
b. Bersahabat
c. Predictable
d. Sembunyikan
e. Reduksi
f. Tata dan klasifikasikan
g. Berikan petunjuk (klasifikasi)
h. Sederhanakan barang-barang bawaan anda
i. Sederhanakanlah gelar-gelar anda
j. Latihan bersyukur

5. Creative Thinking

Berikut ini adalah latihan-latihan dasar berpikir kreatif.
a. Long Thinking
b. Brainstorming
c. Visioning

6. Critical Thinking

Banyak latihan yang dapat diberikan untuk melatih daya kritis seseorang. Membaca sebuah perdebatan (tulisan yang saling berbasis pendapat) yang ramai diberitakan oleh media massa, menonton bersama film-film atau iklan, mengkritisi sebuah buku, dan latihan menggali pertanyaan (misalnya role playing tentang wawancara terhadap pegawai yang bermasalah) adalah latihan-latihan yang dapat disarankan.
Selain itu, kita juga bisa melatih diri untuk menjadi manusia yang dapat diterima sebagai manusia yang memiliki Critical Thinking Standard, yaitu terbuka, jujur, berani, sabar, memiliki rasa cinta terhadap sesama yang besar, tidak mudah tersinggung, menyadari kelemahan-kelemahan pribadi, terbuka terhadap kritik dan independen.

7. Growth Mindset

Cara berlatih untuk mengembangkan mindset seorang driver adalah
1. Ekspose diri pada tantangan-tantangan baru
2. Mintalah kritik dan masukan dari orang-orang kritis
3. Biasakanlah menghadapi hal-hal sulit yang mungkin tidak mau dikerjakan orang lain.
4. Datangilah orang-orang yang sukses dan bergurulah pada mereka.

Secara keseluruhan, apa yang dipaparkan Rhenald Kasali benar-benar membuka wawasan kita untuk menanamkan karakter seorang driver pada diri kita. Tanpa kita sadari, sering kita terjebak pada mental seorang passenger yang membuat diri kita lemah. Jika kalian anak muda, sedang mencari jati diri, dan merasa menjalani hidup yang biasa tanpa prestasi gemilang. Maka, kalian harus segera membaca buku ini, Self Driving. Banyak kisah-kisah inspiratif yang di buku ini bisa dijadikan penyemangat untuk menjadi seorang driver.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s