Memaknai Hijrah

monochrome_camels_w1
Sumber gambar

Kata hijrah dalam bahasa Arab bermakna meninggalkan, menjauhkan dari, atau berpindah tempat. Sedangkan dalam konteks sejarah, hijrah erat kaitannya dengan peristiwa perpindahan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabatnya dari Mekah menuju Madinah. Rasulullah menempuh jarak 451 KM meninggalkan kota Mekah yang beliau anggap belum kondusif menegakkan agama Allah. Tahun baru Islam pun dimulai dengan peristiwa tersebut, bukan hari lahir atau wafatnya Rasulullah. Bukti betapa besar makna hijrah bagi umat Islam. 

Seseorang dapat dikatakan berhijrah jika memenuhi dua syarat, ada sesuatu yang ditinggalkan (perbuatan buruk) dan ada yang dituju (tujuan). Cerita sukses tokoh-tokoh besar di negeri ini pun dimulai dengan berhijrah. Buku dan biografi mereka, seakan meracuni saya.  Memasuki tahun kedua kerja, keinginan untuk berhijrah makin menjadi. Memiliki pekerjaan tetap di kota kelahiran, dekat dengan keluarga,sahabat dan teman, ternyata belum mampu mengerem keinginan hijrah.Saya ingin meninggalkan kota kelahiran menuju ibu kota.  Saya pun mulai mempersiapkan diri untuk berhijrah dengan memilih jalur pendidikan.Dua syarat utama hijrah sudah saya miliki, yakni meninggalkan zona nyaman dan memiliki tujuan yang jelas dalam membangun kualitas diri menjadi lebih baik di ibu kota.

Saya mulai belajar kembali bahasa inggris, mencari informasi beasiswa, mempersiapkan berkas, ikut pelatihan bahasa asing, dan merenungkan kembali makna hijrah yang sesungguhnya. Hingga akhirnya pada Januari 2017, saya dapat hijrah ke Ibukota untuk melanjutkan studi. Saya kembali merenungkan segala keputusan. Saya tidak ingin terjebak dengan hijrah fisik. Fisik kita berpindah, lingkungan kita berubah, tetapi kualitas diri tidak berubah sama sekali. Kita terjebak dalam perilaku lama, kebiasaan-kebiasaan lama. Hijrah bukan sebatas berpindah tempat. Esensi hijrah lebih dari itu. Hijrah merupakan momentum kita menuju kemuliaan. Kita bisa belajar dari hijrah Rasulullah, yang mampu memulai peradaban Islam di Madinah. Habibie yang mampu mengembangkan industri dirgantara Indonesia setelah hijrah ke Jerman.

Makna hijrah sungguh luar biasa. Saya bermimpi untuk menjadi orang yang berpengaruh di negeri ini, dan mampu bermanfaat bagi orang banyak.  Jika suatu saat nanti kesuksesan diraih, maka keberanian berhijrahlah yang senantiasa kita ceritakan ke anak cucu, kepada para generasi penerus bangsa. Tulisan ini pun akan menjadi saksi sekaligus pengingat bahwa saya telah berani berhijrah, mengorbankan hal-hal sulit dan zona nyaman saya. Karena saya percaya, impian itu harus tinggi dan harus diperjuangkan. Apapun kesulitan di tanah rantau, semua itu adalah risiko dari mimpi yang besar. Selagi muda, mari kejar mimpi kita, kawan!

Jakarta, 17 Januari 2017.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s