Kenapa Memilih S2?

masters_degree_overview
Sumber Gambar

Ada sebuah sentilan tentang peluang kerja IT bahwa mencari pekerjaan IT itu mudah, mencari pekerjaan IT yang mudah itu susah. Tapi saya bersukur bisa mendapatkan keduanya. Bisa mendapatkan  pekerjaan dengan cepat, dan bekerja di bidang IT yang masih tergolong sangat manusiawi dibandingkan pekerja IT di perusahaan lain. Saya diperlakukan sangat baik dengan diangkat sebagai karyawan pimpinan tetap, mendapatkan gaji yang mencukupi kebutuhan saya dan keluarga, serta berpeluang dimutasi ke BUMN holding. Semua yang saya dapatkan adalah impian bagi sebagian besar lulusan IT. Lantas, mengapa saya memilih untuk resign dan melanjutkan studi S2? 

Self Improvement
Apa yang saya dapatkan di perusahaan saya ini adalah suatu nikmat yang patut disyukuri. Tetapi, potensi yang ada di dalam diri kita jika tidak dikembangkan adalah sebuah dosa. Self improvement atau pengembangan diri adalah hal yang saya butuhkan. Kenyamanan adalah sebuah bom waktu. Jika tidak segera bergerak maju, maka kita akan termakan usia dengan mental pekerja yang biasa-biasa saja dan apa adanya. No, saya tidak mau itu. Mimpi itu harus besar. Saya ingin mendapatkan tantangan yang dapat memacu perkembangan kualitas diri menjadi lebih baik dari sekarang. Saya butuh lingkungan dan sosok panutan di usia 20-30 seperti yang Jack Ma (Founder Alibaba) ungkapkan. Saya butuh anak-anak muda yang luar biasa, pemimpin-pemimpin visioner, dan sistem kerja khas generasi Y. Bekerjasama dengan satu visi bersama mereka adalah sebuah impian. Namun sebelum menuju tahap itu, saya harus memantaskan diri terlebih dahulu dengan belajar kembali. Dengan cara apa? Mengembangkan diri melalui studi S2 di kampus impian. Saya memiliki kesempatan belajar dari dosen terbaik di negeri ini, mahasiswa-mahasiswa pilihan, fasilitas kampus yang sangat mendukung, kesempatan mengembangkan network, dan yang terpenting mampu mengembangkan softskill melalui teamwork, organisasi, dan problem solving selama proses kuliah. Semua itu tidak bisa saya dapatkan melalui kursus, sertifikasi, ataupun bekerja sambil belajar di rumah. Saya harus investasi waktu untuk itu.

Pernah Bekerja 
Pertimbangan lain adalah saya sudah bekerja selama 3 tahun sebagai staf IT. Berkarir di dunia IT itu benar-benar mengandalkan skill. Keuntungan pernah bekerja ketika ingin melanjutkan studi adalah saya mengetahui skill yang harus dikembangkan sebelum kembali terjun ke dunia karir. Sehingga saya sudah memiliki gambaran dan mengetahui tujuan setiap mata kuliah yang diambil. Bagi yang belum bekerja, saya sarankan untuk mengikuti magang atau project IT terlebih dahulu. Supaya mahasiswa S2 tidak buta terhadap pengembangan karir mereka.

Banyak CEO IT Dunia Berpendidikan Tinggi
Mengherankan jika masih banyak yang menjadikan Mark atau Bill Gates sebagai excuse untuk meninggalkan bangku sekolah atau alasan untuk apatis terhadap dunia pendidikan. Mari kita melihat data dari jurnal selasar sejenak.

list_of_ceos
Sumber Data

India telah membuktikan bahwa anak-anak negerinya mampu mengepakkan sayap di perusahaan IT dunia melalui jalur pendidikan S2 . Beberapa perusahaan global seperti Google, Microsoft, Nokia, Adobe, SanDisk, bahkan McKinsey & Company Inc. pernah dipimpin oleh anak India yang berpendidikan tinggi.

Ada sebuah buku menarik karangan George Berkowski yang berjudul “How to Build a Billion Dollar App”. Di dalam buku ini terungkap fakta bahwa founders sebuah perusahaan start up digital yang memiliki valuasi diatas 13 triliun rupiah adalah seorang/sekelompok orang yang memiliki tingkat pendidikan yang baik. Dari perusahaan start up digital yang diteliti, hanya 18,6 persen perusahaan yang didirikan oleh founders yang drop out. Mayoritas berpendidikan tinggi dengan urutan paling banyak lulus dari Stanford, Berkeley kemudian MIT (Sumber).

Beasiswa Negara
Mimpi sebagian anak negeri untuk melanjutkan sekolah setinggi mungkin telah diakomodir semaksimal mungkin oleh pemerintah. Setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama melalui berbagai macam beasiswa. Kesempatan S2 melalui beasiswa harus dimanfaatkan. Saya harus menjadi bagian dari anak bangsa yang diberi kepercayaan tersebut. Untuk itu, Sebelum mengikuti tes ujian masuk S2, saya harus memastikan bahwa akan mendapatkan beasiswa. Alhamdulilah, saya pun mendapatkan kesempatan tersebut, sehingga dengan yakin dapat melanjutkan studi.

Selagi Muda
Jika rencana studi selama 2 tahun dapat terpenuhi, maka saat lulus saya berusia 26 tahun. Dengan pengalaman kerja 3 tahun dan gelar s2 yang didapat, peluang karir insyaAllah masih sangat terbuka di depan. Untuk itu saya yakin akan mendapatkan karir yang lebih baik, serta lingkungan kerja yang menunjang pengembangan diri. Selagi muda, kenapa takut untuk sekolah tinggi. Karena ilmu adalah sebuah investasi. Investasi untuk dunia dan terutama akhirat.

Jakarta, 19 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s