Zona Waktu

Aku memperhatikanmu dengan caraku sendiri, melalui susunan kata yang kau tulis, tutur sahabatmu, dan potongan kisah singkat di kota ini. Beginilah caraku mengagumimu, acuh dan angkuh. Caraku untuk tetap berada pada zona waktuku sendiri.
Mencoba untuk mengikuti zona waktumu, tapi seringkali menyesakkan. Sewaktu-waktu aku meminta kotamu untuk mengatur ritmemu, tapi kau tetap memilih dengan caramu sendiri. Kita masih sama ternyata, sekeras dulu.

Kita sering memperdebatkan ini dan memutuskan melepaskan diri. Hingga akhirnya kau memasuki zona waktuku yang menghadapi rindu dengan cara angkuh dan acuh. Kau yang mulai mempelajari dan memahaminya. Seringkali kau mengeluh di media tulisanmu. Hal yang tidak aku lakukan ketika memasuki zona waktumu. Pernah kah kau bayangkan, ketika harus menyapamu sepanjang waktu. Mencari-cari cerita untuk selalu disampaikan. Aku selalu ingin mengeluh, tapi takut mengecewakanmu. Sinyal itu selalu aku kirim, tapi kau selalu menganggap aku yang sedang sibuk saja. Bukan karena sibuk, karena kaulah yang tidak memahami zona waktuku.

Pada akhirnya, zona waktuku kau salah tafsirkan ke hal lain yang menyangkut prinsip. Saatnya aku kembali ke zona waktuku. Kau hanya akan mencoba dua hal, mengikuti zona waktuku, atau pergi mencari zona waktu yang sefrekuensi denganmu. Jika mengikuti zona waktuku selalu membuat keluhan-keluhan dalam media tulismu. Maka, mungkin kau belum sepenuhnya menemuiku.

Kembali tentang zona waktu, mungkin kita bisa belajar dari negeri sendiri. Bagaimana WITA tidak pernah mencibir WIB. Zona waktu mereka tidak pernah bertemu. Meski WITA yang harus memulai pertama. WITA selalu bersabar menghadapi WIB yang begitu lamban memulai. WIB juga harus menghadapi fakta bahwa WITA begitu cepat terlelap meski WIB baru ingin memulai semuanya. Tapi mereka tetap berjalan di zona masing-masing, tanpa memaksakan yang lain memasuki zona waktunya.

Depok, 1 April 2017
Dari lelaki yang sedang mengamati dan mendoakanmu dengan caranya. Lelaki yang ingin sekali menikmati kotamu kembali, mungkin bersamamu kelak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s