Kenapa Ibu Kota Harus Dipindahkan?

solusi-mencegah-banjir-jakarta
Sumber Gambar

Mimpi Soekarno untuk memindahkan Ibu Kota NKRI sepertinya akan diwujudkan kembali oleh Joko Widodo. Sebagai bukti keseriusannya, pemerintahan Jokowi akan menganggarkan 120 Miliar untuk melakukan perencanaan. Bappenas dipercaya untuk mengkaji seluruh aspek terkait pemindahan tersebut dan ditargetkan rampung pada tahun 2019. Beberapa kota diusulkan sebagai pengganti Jakarta, diantaranya Palangkaraya, Jonggol dan Sidrap. Dibutuhkan dana hingga 150 Triliun untuk mewujudkannya. Dana yang sangat fantastis, mengingat angka tersebut dapat digunakan untuk menutupi defisit anggaran hingga separuh lebih pada tahun 2016. Lalu, kenapa Ibu Kota harus segera dipindahkan?

Negara yang Melakukan Pemindahan Ibu Kota
Dalam catatan sejarah antara tahun 1900-2000, beberapa negara telah memindahkan Ibu Kotanya. Mulai dari Brasil yang memindahkan ibu kotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada tahun 1956, Jerman dari Bonn ke Berlin pada tahun 1990, hingga negara tetangga seperti Malaysia, dari Kuala Lumpur ke Putra Jaya pada tahun 2000. Pemindahan tersebut tentu dilandasi beberapa alasan. Daftar lengkap negara-negara yang pernah melakukan pemindahan ibu kota  dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Untitled
Sumber Data: Charles University in Prague

Beberapa alasan melandasi negara tersebut melakukan pemindahan ibu kota. Menurut studi yang dilakukan Erik Illmann dari Charles University in Prague, beberapa alasan sebuah ibu kota dipindahkan seperti penguatan identitas bangsa, pemerataan pembangunan, solusi permasalahan ibu kota sebelumnya, isu peberontakan dan keamanan, dan subjektivitas keputusan pimpinan.

Penguatan Identitas Bangsa
Ibu Kota merupakan simbol kekuatan dan identitas sebuah bangsa. Memindahkan Ibu Kota dipercaya dapat mendukung dalam penguatan identitas suatu bangsa. Calon Ibu Kota baru dapat direncanakan lebih baik dengan membuat, menyesuaikan, atau memperkuat identitas nasional negara. Ibu Kota juga dapat dijadikan simbol keberagaman seperti agama, etnis, atau ideologi. Ibu Kota dapat menyatukan sebuah bangsa dan menjadi objek kebanggaan nasional. Contoh negara yang menggunakan alasan sebagai penguatan identitas bangsa adalah Nigeria,  Jerman, Turki, Pakistan, Kazakhstan, Tanzania dan Malaysia.

Pemerataan Pembangunan 
Menurut teori pusat pertumbuhan, ibu kota dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Pemindahan ibu kota dapat mengatasi ketertinggalan pembangunan suatu daerah. Adapun negara yang menggunakan alasan seperti ini adalah Brasil, Belize, Malawi, Tanzania, dan Korea Selatan.

Permasalahan Ibu Kota Sebelumnya
Beberapa permasalahan yang terjadi pada ibu kota sebelumnya seperti  banjir, bencana, kemiskinan, infrastruktur, dan kelebihan populasi dapat mempengaruhi fungsi suatu pemerintah. Beberapa negara yang memilih memindahkan ibu kota dibanding menyelesaikan permasalahan tersebut seperti Belize, Brasil, dan Pakistan.

Isu Pemberontakan dan Keamanan
Salah satu mitigasi menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh negara non demokratis adalah melakukan pemindahan ibu kota. Dengan memindahkan ibu kota dari pusat populasi utama dan ke daerah yang isolasi, pemerintah dapat mengurangi risiko pemberontakan. Contoh relokasi Ibu Kota yang pernah dilakukan adalah India, Rusia, Myanmar dan Malawi.

Subjektivitas Keputusan Pimpinan
Seorang pimpinan negara memiliki peran yang sangat penting terhadap pemindahan ibu kota. Kasus ini bisanya terjadi untuk negara-negara yang relatif non-demokratis saja.
Contoh utama dari relokasi tersebut Cote d’Ivoire, Pakistan, Malawi, Nigeria, Kazakhstan, dan Malaysia.

Tabel di bawah ini menunjukan alasan keseluruhan dari negara-negara tersebut dalam memindahkan Ibu Kota.

daftar alasan pemindahan ibu kota

Dampak Pemindahan Ibu Kota
Dampak dari pemindahan ibu kota tersebut telah diidentifikasi dalam beberapa penelitian. Pemindahan ibu kota dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan populasi. Kehadiran pemerintah pusat membawa peluang investasi  di sektor publik, terutama tenaga kerja. [Dascher, 2000: p. 388; Corey, 2004: p. 90; Schatz, 2004:p. 121; Rawat, 2005: p. 3].

Efek buruk dari pertumbuhan ini adalah dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya [Hardoy, 1993: p. 118]. Selain itu, ibu kota baru biasanya memakan waktu hingga puluhan tahun sebelum mereka berubah menjadi kota yang menarik untuk ditinggali [Kearns, 1973: p. 168]. Contohnya, adalah Brasilia, pemerintah membutuhkan waktu hingga dua puluh tahun untuk menghidupkan kota tersebut. Bahkan, pemerintah berani membayar premi kepada masyarakat untuk pindah ke ibu kota baru. Contoh lain adalah Sejong City, ibu kota baru Korea Selatan. Masyarakat yang pindah mengeluh tentang kurangnya layanan dan kesulitan mengembangkan relasi baru [Kim, 2013].

Fakta tersebut menunjukkan bahwa relokasi ibu kota juga sering tidak mempengaruhi ekonomi secara signifikan terhadap ibu kota yang lama, contohnya Yangon, Rio de Janeiro, Istanbul, atau Lagos. Kota tersebut tetap menjadi pusat perekonomian, meskipun pusat pemerintahan telah dipindahkan ke kota lain.

Jakarta dan Permasalahannya
Beberapa permasalahan yang ada di Jakarta menjadi alasan utama wacana pemindahan kota diperlukan. Jakarta memiliki populasi terbesar di dunia. Menurut data TIMES tahun 2011, Jakarta menduduki posisi keenam sebagai kota terpadat di dunia. Selain itu, transportasi di jakarta juga dinilai belum memiliki reputasi yang baik. Jakarta belum memiliki transportasi yang memadai seperti kereta bawah tanah dan lalu lintas yang buruk seperti kemacetan. Dengan lalu lintas seperti itu, Jakarta telah kehilangan 3 Miliar dolar karena lalu lintas yang buruk setiap tahunnya. [The Economist, 2010; Rukmana, 2014].
Selain itu, Jakarta juga memiliki permasalahan bencana tahunan seperti banjir.   Pada tahun 2013, Jakarta diserang banjir yang besar dan menimbulkan wacana pemindahan ibu kota. [Rukmana, 2014].
Menurut penelitian Erik Illmann dari Charles University in Prague, kedua hal tersebut merupakan trigger dalam wacana pemindahan ibu kota. Namun, jika proyek penanganan banjir dan transportasi seperti MRT, ERP, plat ganjil genap berhasil, maka wacana pemindahan ibu kota dinilai tidak lagi relevan lagi. Oleh karena itu, Bappenas harus melakukan kajian mendalam, khususnya dalam fase identifikasi masalah. Jangan sampai, pemindahan ibu kota hanya memindahkan masalah ke kota yang baru.

Referensi

DASCHER, K. (2000): Are politics and geography related? Evidence from a cross
section of capital cities, Public Choice, 105:3-4, pp. 373-392.

COREY, K. (2004): Relocation of National Capitals: Implication for Korea, IN
International Symposium on the Capital Relocation, 22 September 2004, Seoul: Seoul
Development Institute, pp. 42-107.

SCHATZ, E. (2003): When Capital Cities Move: The Political Geography of Nation
and State Building, Working Paper #303, Notre Dame: The Helen Kellogg Institute for
International Studies.

RAWAT, R. (2005): Capital City Relocation: Global-Local Perspectives in Search for
an Alternative Modernity [online], unpublished paper [cit. 2014-11-20], available at
http://prayaga.org/documents/paper-capitalcity.pdf.

HARDOY , J. (1993): Ancient Capital Cities and New Capital Cities of Latin America,
IN TAYLOR, J. (Ed.): Capital Cities : Les Capitales : International Perspectives –
Perspectives Internationales. Ottawa: Carleton University Press.

KEARNS, K. (1973): Belmopan: Perspective on a New Capital, Geographical Review,
63:2, pp. 147-169.

KIM, S. South Korea Offers Romance Help for Lovelorn Officials. Bloomberg [online].
2013 [cit. 2014-11-30]. Available at: http://www.bloomberg.com/news/2013-09
11/south-korea-offers-romance-help-for-lovelorn-officials.html.

The Economist. Metro or Bust, Should Indonesia move its capital city? [online]. 2010
[cit. 2014-11-23]. Available at: http://www.economist.com/node/17101162.

RUKMANA, D. The Megacity of Jakarta: Problems, Challenges and Planning Efforts.
Indonesia’s Urban Studies [online]. 2014 [cit. 2014-11-23]. Available at:
http://indonesiaurbanstudies.blogspot.cz/2014/03/the-megacity-of-jakarta
problems.html.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s